Selasa, 08 November 2016

Internet



E-Commerce

E-Commerce adalah sebuah bentuk transaksi yang berhubungan dengan aktivitas komersial, baik iti organisasi maupun individual yang berdasarkan pengolahan dan transmisi data yang terdigitalisasi, termasuk teks, suara dan gambar visual. Pada umumnya e-commerce mengacu pada aplikasi perdagangan yang menggunakan media internet untuk melakukan transaksi online,seperti untuk belanja produk dan jasa. Contohnya terjadi ketika konsumen mengorder, produk berwujud maupun tidak berwujud melalui internet. Jenis-jenis E-commerce Kegiatan E-commerce mencakup banyak hal, untuk menbedakannya e-commerce dibedakan menjadi 4 bagian
1.      B2B (Business to Business)
Hal ini berarti kedua pihak perusahaan melakukan transaksi bisnis dalam menjalankan usahanya.
2.      B2C (Business to Consumer)
Definisi ini berarti transaksi e-commerce merupakan transaksi di mana para pembeli merupakan konsumen individu.
3.      C2C (Consumer to Consumer)
Disini konsumen menjual secara langsung satu sama lain melalui iklan elektronik atau situs pelanggan.
4.      C2B (Consumer to Business)
Dalam kategori ini individu menjual barang-barang atau jasa ke perusahaan.

Ruang Lingkup E-Commerce








a.       ELECTRONIC BUSINESS
merupakan lingkup aktivitas perdagangan secara elektronik dalam arti luas.
b.      ELECTRONIC COMMERCE
c.       merupakan lingkup perdagangan yang dilakukan secara elektronik, dimana didalamnya termasuk:            
-Perdagangan via internet (Internet Commerce)
-Perdagangan dengan fasilitas Web Internet (Web-Commerce)
-Perdagangan dengan fasilitas pertukaran data terstruktur secara elektronik (Electronic Data Interchange/EDI

perbedaan mendasar antara proses manual dengan e-commerce.













Proses Bisnis Manual














Proses Bisnis e- commerce

Pada proses dengan e commerce terjadi efisiensi pada penggunaan fax, pencetakan dokumen, entry ulang dokumen, serta jasa kurir. Efisiensi tersebut akan menunjukkan pengurangan biaya dan waktu/kecepatan proses. Kualitas transfer data pun lebih baik, karena tidak dilakukan entry ulang yang memungkinkan terjadinya human error.

Komponen E-commerce
Pada e-commerce terdapat mekanisme-mekanisme tertentu yang unik dan berbeda dibandingkan dengan mekanisme-mekanisme yang terdapat pada traditional commerce. Dalam mekanisme pasar e-commerce, terdapat beberapa komponen yang terlibat, yakni
1.      Customer
Customer merupakan para pengguna internet yang dapat dijadikan sebagai target pasar yang potensial untuk diberikan penawaran berupa produk, jasa atau informasi oleh para penjual.

2.      Penjual
Penjual merupakan pihak yang menawarkan produk, jasa, atau informasi kepada para customer baik individu maupun organisasi. Proses penjualan dapat dilakukan secara langsung melalui website yang dimiliki oleh penjual tersebut atau melalui marketplace.
3.      Produk
Salah satu perbedaan anara e-commerce dengan traditional commerce terletak pada produk yang dijual. Pada dunia maya, penjual dapat menjual produk digital. Produk digital yang dapat dikirimkan secara langsung melaui internet.
4.      Infrastruktur
Infrastruktur pasar yang menggunakan media elektronik meliputi perangkat keras, perangkat lunak dan juga sistem jaringannya.
5.      Front end
Front endmerupakan aplikasi web yang dapat berinteraksi dengan pengguna secara langsung. Beberapa proses bisnis pada front end ini antara lain portal penjual, katalog, elektronil, shopping, cart, mesin pencari dan payment gateway.
6.      Back end
Back end merupakan aplikasi yang secara tidak langsung mendukung aplikasi front end. Semua aktivitas yang berkaitan dengan pemesanan barang, manajemen inventori, proses pembayaran, packinging, dan pengiriman barang termasuk dalam bisnis proses back end.
7.      Intermediary
Intermediary merupakan pihak ketiga yang menjembatani antara produsen dengan konsumen. Online intermediary membantu mempertemukan pembeli dan penjual, menyediakan infrastruktur, serta membantu penjual dan pembeli dalam menyelesaikan proses transaksi.
8.      Partner bisnis lain
Partner bisnis merupakan pihak selain intermediary yang melakukan kolaborasi dengan produsen.
9.      Support services
Ada banyak support services yang saat ini beredar di dunia mulai dari sertifikasi dan trust service, yang menjamin keamanan sampai pada knowledge provider.

Manfaat Menggunakan E-Commerce
Beberapa manfaat e-commerce yang dapat diperoleh dari pelaksanaannya antara lain adalah sebagai berikut :
1.      Revenue Steam (aliran pendapatan) baru yang mungkin lebih menjanjikan, yang tidak bisa ditemui di sistem transaksi tradisional.
2.      Dapat meningkatkan Market Exposure (pangsa pasar).
3.      Menurunkan tingkat biaya operasional (Operating Cost).
4.      Melebarkan jangkuan.
5.      Meningkatkan Custumer Loyality

Kelemahan E-commerce
Meskipun e-commerce merupakan sistem yang menguntungkan karena dapat mengurangi biaya transaksi bisnis dan dapat memperbaiki kualitas pelayan pada pelanggan, namun e-commerce dan semua infrastrukturnya akan mudah sekali di salah gunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Dari segi pandang bisnis, penyalahgunaan dan kegagalan sistem yang terjadi adalah antara lain sebagai berikut :
1. Penipuan dengan cara pencurian identitas dan membohongi pelanggan.
2.Hukum yang kurang berkembang dalam e-commerce ini
(Dikutip dalam Laporan Skripsi "Sistem Informasi Penjualan Berbasis WEB (e-Commerce) Menggunakan Joomla Pada Mutiara Fashion", Elizaandayani Gintin,(2013))